Author : Miftakhur
Rahmaniyah
Main cast :
- Kim Hyera (OC)
- Lay EXO
- Sungri Big Bang
Other cast:
- Choi Junhong (Zelo) BAP
- Jeon Jungkook BTS
- Member EXO
- Etc.
Genre:
·
Romance
Incheon airport,
“bukankah pesawat
gege sudah mendarat, kenapa lama sekali”
Aku menunggu
sembari terus memperhatikan orang berlalu-lalang. Tentu saja aku tidak
melupakan penyamaranku. Jika aku lupa bisa-bisa fansku mengenaliku dan
menciptakan kehebohan di bandara. Belum lagi banyak paparazi yang akan menambah
berita tentangku.
“kau mencariku?”
Aku menoleh ke sumber
suara, si empunya suara duduk di bangku bakangku dengan wajahnya yang ceria dan
ramah. Hari itu dia benar-benar keren dengan kaos putih dan jaket tipis biru
muda. Ditambah kacamata berlensa bening yang membingkai mata indahya. Tas
ransel coklat yang bertengger di bahu bidangnya. Lesung pipi di pipi sebelah
kanannya yang membuat dia terlihat semakin imut. Aku sangat menyukai penampilan
sederhananya seperti ini.
“gege, sejak kapan
kau duduk disitu?”
“emm, sejak 15
menit yang lalu. Wae?”
“apa kau bilang?
‘wae’? tentu saja aku hampir mati kebosanan menunggumu”
Dia berpindah ke
sebelahku. “kau marah? Hahaha, kau terlihat lucu jika marah”
“teganya kau
membiarkanku menunggu dengan hanya duduk dibelakangku seperti itu”
“aku hanya ingin
memandangmu lebih lama dari belakang. Ternyata kau tidak hanya cantik jika dari
depan, dari belakang juga” aku hanya diam tidak menanggapi candaannya. Aku
benar-benar kesal padanya.
“jangan cemberut,
kau jadi terlihat tambah lucu juka cemberut, mari kita pergi. Aku juga
membawakan dua dongsaeng kita beberapa barang. Aku rasa mereka akan senang” dia
berdiri dan menggandeng tanganku. Tangannya terasa hangat di udara yang dingin
ini. Aku memandangi wajahnya dari samping. Merasa nyaman bila di dekatnya. Lay
gege.
Taksi yang kami
tumpangi melaju membelah jalan. “gege, kau tidak kedinginan? Bagaimana kau bisa
bertahan dengan jaket setipis itu? Mana Kris oppa, Luhan oppa, Xiumin oppa, Chen oppa, dan Tao oppa?”
“mereka akan sampai
besok hyera-ya. Mengapa hanya padaku kau memanggil gege?”
“hanya ingin saja”
“hanya begitu?
Benarkah? Kau yakin? Aku yakin bukan hanya itu”
“yak, benar, kau
menanyaiku seperti menginterogasiku”
Tidak ada tanggapan
dari Lay dia memandang ke luar jendela, sehingga aku tak bisa melihat
ekspresinya.
“kau ingin ku
panggil oppa juga?”
“aniyo, aku suka
kau memanggilku gege”
“jadi aku tetap
bisa memanggilmu gege?”
“tentu saja
changi-ya” Lay memberikan senyum terbaiknya padaku. Dia membelai kepalaku dan
aku selalu menyukai semua itu.
What if geudaega
nal
Saranghal geotman gata
Jogeum gidarimyeon
Naege ol geotman gataseo
Ireon gidaero naneun
Geudael ddeonal su eobjyo...........
Kulihat ponselku
yang berdering. Tertera sebuah nama yang amat ku tunggu-tunggu.
“jaljayo changi-ya saranghaeyo”
Kalimat sederhana itu membuatku selalu tersenyum. Lay namja yang sangat
berbeda. Mungkin dia terlihat polos dan lucu. Namun dibalik itu dia sangat
romantis dengan tingkah laku dan tindakan yang sederhana. Walaupun dia
namjachinguku, hubungan kami harus tetap menjadi rahasia. Namun banyak juga
yang tau tentang hal ini member EXO, member BAP, member BTS, serta tentu saja
manager dan managemen SM dan YG. Mereka penjaga rahasia yang baik.
Hari ini Gikwang
oppa tidak bisa datang mengawasi aku latihan. Jadi aku harus latihan sendiri
untuk perfomku besok. Waktu sungguh cepat berlalu, aku merasa baru kemarin aku
ikut audisi. Waktu memang terus berjalan beriringan dengan roda kehidupan. Di
tengah latihan ku tiba-tiba pintu ruang latihan terbuka.
“appa, ada apa?”
“kapan kau selesai
latihan?”
“ sebentar lagi,
waeyo?” kataku sambil menyeka keringat.
“setelah ini
pergilah ke ruangan petinggi YG, sepertinya dia ingin berbicara kepadamu langsung”
“ada masalah?”
“aku tidak tahu
tentang hal itu, selesaikan latihanmu dan pergilah ke ruangan beliau. Aku ada
urusan dengan pihak SBS untuk acara musik besok. Besok aku akan menjeputmu,
arra?”
“nde,aku tahu”
Ruang petinggi YG,
“annyeonghasseyo, sajangnim”
“duduklah”
Kukira aku akan
berhadapan secara resmi dengan beliau. Ternyata beliau menyuruhku duduk di sofa
panjang dan beliau menyuguhiku minuman. Aku tak tau apa yang akan beliau
bicarakan denganku.
“kau tau mengapa ku
panggil kemari?”
Aku hanya bisa
menggelengkan kepala tanda tidak tahu apa-apa.
“aku ingin kau
membawakan suatu lagu dengan Sungri”
“sungri
sunbenim?”
“nde, kalian yang membuat
lagu itu”
“apakah manager
sudah tau?”
“aku akan
memberitahunya nanti, atur pertemuanmu dengan sungri. Aku sudah memberitahunya
terlebih dahulu dan memberikannya nomor ponselmu. Mungkin kau akan segera
dihubungi.”
“ah, nde sajangnim”
“kalau begitu kau
boleh lanjutkan kembali aktivitasmu. Semoga sukses”
“gamsahamnida”
Aku melangkahkan
kaki keluar dari ruangan itu. ‘sungri oppa?’ aku hanya merasa heran dengan
keputusan ini. tapi tak apa lah, siapa tahu duetku dengan sungri oppa bisa
berhasil. Dia kan penyanyi yang hebat.
Author pov,
Cafe,
"bagaimana dengan
kegiatanmu changi-ya?”
Hari ini Hyera dan
Lay ada di cafe langganan mereka yang dekat dengan apartemen Hyera. Sudah 3
minggu mereka tidak bertemu langsung semenjak kepulangan Lay ke korea.
“kuliahku tetap
berjalan seperti biasa gege. Dan aku akan segera produksi lagu duo ku bersama Sungri oppa.”
“Sungri hyung. Kau
duet dengannya?”
“ya, dan kami yang
membuat lagunya dan konsep vidionya sendiri. Aku tidak yakin dengan hal itu.
Entah mengapa aku merasa ada sesuatu akan terjadi. Tapi aku tidak tahu apa
itu.”
“Ini duet pertamamu kan. Jangan pikirkan hal
yang tidak- tidak dulu. ”
Hyera hanya memandangi
cangkir hot cocolatenya yang sudah mulai dingin. Perlahan dia memutar
cangkirnya sambil memikirkan debutnya bersama Sungri. Entah mengapa dia mulai merasa
khawatir. Tiba-tiba tangan hangat Lay menggenggam tangan Hyera. Hyera menoleh
dan melihat Lay tersenyum manis dengan tatapan mata yang hangat.
“aku percaya padamu
changi. Kau akan menjalani ini dengan baik. Jangan terlalu khawatir. Aku akan
selalu disampingmu apapun yang terjadi. Kau terlihat pucat changi, kau lelah?”
“em, mungkin” Hyera
menyenderkan kepalanya di bahu Lay. Hyera selalu merasa nyaman dengan hal itu.
Rasanya seperti Lay akan selalu disampingnya dan dia aman di dekat Lay.
“gege, aku bosan
disini. Ayo kita pergi ke tempat lain”
“emm, ke tempat
seperti apa yang ingin kau kunjungi?”
“taman bermain, aku
tidak pernah pergi kesana, oh ya jam berapa sekarang?”
“masih pukul 19.00,
ayo kita pergi sekarang”
Sesampainya di
taman bermain mereka langsung memilih permainan apa yang akan mereka datangi.
“gege, ayo kita naik itu.” Hyera menunju bianglala. Dia menggandeng tangan Lay.
Lay haya tersenyum melihat tingkah Hyera dan mengikuti kemana Hyera pergi.
Merekaa berdua menaiki salah satu ruang di bianglala. Hyera duduk di depan Lay.
Hyena selalu suka melihat ketinggian. Baginya tidak semua bagus dipandang dari
ketinggian. Dia hanya menyukai hal- hal tertentu dari ketinggian seperti
melihat lampu-lampu dari ketinggian. baginya itu menyenangkan.
“Hyera-ya, sudah
berapa kali kau kemari?” Lay menatap Hyera yang sedari tadi melihat keluar
jendela.
“kalau kemari aku
baru kali ini gege. Aku tidak punya teman kesini sebelumnya. Bagaimana
denganmu?”
“aku juga pertama
kali. Member exo lainnya sudah punya kegiatan favorit sendiri- sendiri. Jadi tidak
ada yang bisa aku ajak kesini.”
“kalu begitu kita
seimbang. Hehehe”
“kau senang
sekarang?”
“tentu. Bersama
gege kapan pun dan dimana pun selalu bisa membuatku merasa senang. Apa lagi
kita jarang bisa bertemu. Kita harus bertemu sembunyi- sembunyi dari netizen.
Maka itu aku selalu merasa setiap pertemuan kita sangatlah berharga. Gege,
setiap kita tidak bertemu aku selalu memikirkanmu. Entah itu di apartemen, sebelum
perfom, sebelum syuting, ataupun latihan. Kita belum pernah kebetulan bersama
di suatu acara. Mungkin hanya acara Gayodaejun akhir tahun lalu. Aku selau
meridukanmu gege.”
Lay hanya bisa
tersenyum mendengar semua perkataan Hyera. Kemudian dia berlutut di depan
Hyera. Hyera tidak begitu tinggi sehingga saat Lay berlutut tinggi Lay hampir
sejajar dengan Hyera. Lay menangkupkan kedua telapak tangannya di wajah Hyera.
“aku juga, tak ada
alasan bagiku ntuk berhenti memikirkan, merindukan, dan mencintaimu.”
Lay mendekat dan
mencium Hyera dengan lembut. Tanpa sadar Hyera memejamkan matanya saat bibir
Lay menyentuh bibirnya. Dia meneteskan air mata saat itu juga. Lay melepas
ciumannya dan memandang Hyera.
“kau menangis
Hyera?”
“em, tapi ini air
mata bahagia. Aku sangat terharu mendengar kalimat singkatmu. Dan ini adalah
ciuman pertama kita. ” Hyera terus
menangis de sela- sela bicaranya. Air matanya bertambah deras mengalir saat Lay
tersenyum karena kata- katanya.
“kau ini, membuatku
kaget saja. Sudah, jangan menangis lagi.” Lay menghapus air mata Hyera dengan
ibu jarinya. Lay merasa Hyera terlihat lebih dan lebih kekanakan jika menagis.
Apalagi dengan alasan yang tak terduga seerti tadi. Lay duduk di sebelah Hyera
dan memeluknya.
“aku akan tetap
bersamamu Hyera-ya. Dan akan tetap selalu begini. Tak kan berubah.”
Malam itu adalah
malam yang indah bagi Hyera dan Lay. Sehingga saat sampai di tempat tinggal
masing- masing, mereka sulit memejaman mata untuk tidur. Rasanya pertemuan hari
itu adalah pertemuan yang paling spesial, walaupun mereka selalu merasa seperti
itu ketika selesai bertemu.
_____TBC____
Terima kasih sudah membaca FF ku pada chapter sebelumnya. Ku tunggu komen kalian, Chingu...!!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Harap tinggalkan komentar. komentar kalian sangat berguna bagi saya termasuk dalam memperbaiki kesalahan di postingan berikutkya :)