Sabtu, 08 Februari 2014

ONLY YOU (CHAPTER 3)




Author : Miftakhur Rahmaniyah

Main cast :

  • Kim Hyera (OC)
  • Lay EXO
  • Sungri Big Bang


Other cast:

  • Choi Junhong (Zelo) BAP
  • Jeon Jungkook BTS
  •  Member EXO 
  • Etc.

Genre:
·         Romance

Incheon airport,

“bukankah pesawat gege sudah mendarat, kenapa lama sekali”

Aku menunggu sembari terus memperhatikan orang berlalu-lalang. Tentu saja aku tidak melupakan penyamaranku. Jika aku lupa bisa-bisa fansku mengenaliku dan menciptakan kehebohan di bandara. Belum lagi banyak paparazi yang akan menambah berita tentangku.

“kau mencariku?”

Aku menoleh ke sumber suara, si empunya suara duduk di bangku bakangku dengan wajahnya yang ceria dan ramah. Hari itu dia benar-benar keren dengan kaos putih dan jaket tipis biru muda. Ditambah kacamata berlensa bening yang membingkai mata indahya. Tas ransel coklat yang bertengger di bahu bidangnya. Lesung pipi di pipi sebelah kanannya yang membuat dia terlihat semakin imut. Aku sangat menyukai penampilan sederhananya seperti ini.

“gege, sejak kapan kau duduk disitu?”

“emm, sejak 15 menit yang lalu. Wae?”

“apa kau bilang? ‘wae’? tentu saja aku hampir mati kebosanan menunggumu”

Dia berpindah ke sebelahku. “kau marah? Hahaha, kau terlihat lucu jika marah”

“teganya kau membiarkanku menunggu dengan hanya duduk dibelakangku seperti itu”

“aku hanya ingin memandangmu lebih lama dari belakang. Ternyata kau tidak hanya cantik jika dari depan, dari belakang juga” aku hanya diam tidak menanggapi candaannya. Aku benar-benar kesal padanya.

“jangan cemberut, kau jadi terlihat tambah lucu juka cemberut, mari kita pergi. Aku juga membawakan dua dongsaeng kita beberapa barang. Aku rasa mereka akan senang” dia berdiri dan menggandeng tanganku. Tangannya terasa hangat di udara yang dingin ini. Aku memandangi wajahnya dari samping. Merasa nyaman bila di dekatnya. Lay gege.

Taksi yang kami tumpangi melaju membelah jalan. “gege, kau tidak kedinginan? Bagaimana kau bisa bertahan dengan jaket setipis itu? Mana Kris oppa, Luhan oppa, Xiumin oppa, Chen oppa, dan Tao oppa?”

“mereka akan sampai besok hyera-ya. Mengapa hanya padaku kau memanggil gege?”

“hanya ingin saja”

“hanya begitu? Benarkah? Kau yakin? Aku yakin bukan hanya itu”

“yak, benar, kau menanyaiku seperti menginterogasiku”

Tidak ada tanggapan dari Lay dia memandang ke luar jendela, sehingga aku tak bisa melihat ekspresinya.

“kau ingin ku panggil oppa juga?”

“aniyo, aku suka kau memanggilku gege”

“jadi aku tetap bisa memanggilmu gege?”

“tentu saja changi-ya” Lay memberikan senyum terbaiknya padaku. Dia membelai kepalaku dan aku selalu menyukai semua itu.

What if geudaega nal
Saranghal geotman gata
Jogeum gidarimyeon
Naege ol geotman gataseo
Ireon gidaero naneun
Geudael ddeonal su eobjyo...........

Kulihat ponselku yang berdering. Tertera sebuah nama yang amat ku tunggu-tunggu.
“jaljayo changi-ya saranghaeyo”

Kalimat sederhana itu membuatku selalu tersenyum. Lay namja yang sangat berbeda. Mungkin dia terlihat polos dan lucu. Namun dibalik itu dia sangat romantis dengan tingkah laku dan tindakan yang sederhana. Walaupun dia namjachinguku, hubungan kami harus tetap menjadi rahasia. Namun banyak juga yang tau tentang hal ini member EXO, member BAP, member BTS, serta tentu saja manager dan managemen SM dan YG. Mereka penjaga rahasia yang baik.

Hari ini Gikwang oppa tidak bisa datang mengawasi aku latihan. Jadi aku harus latihan sendiri untuk perfomku besok. Waktu sungguh cepat berlalu, aku merasa baru kemarin aku ikut audisi. Waktu memang terus berjalan beriringan dengan roda kehidupan. Di tengah latihan ku tiba-tiba pintu ruang latihan terbuka.


“appa, ada apa?”

“kapan kau selesai latihan?”

“ sebentar lagi, waeyo?” kataku sambil menyeka keringat.

“setelah ini pergilah ke ruangan petinggi YG, sepertinya dia ingin berbicara kepadamu langsung”

“ada masalah?”

“aku tidak tahu tentang hal itu, selesaikan latihanmu dan pergilah ke ruangan beliau. Aku ada urusan dengan pihak SBS untuk acara musik besok. Besok aku akan menjeputmu, arra?”

“nde,aku tahu”

Ruang petinggi YG,

“annyeonghasseyo, sajangnim”

“duduklah”

Kukira aku akan berhadapan secara resmi dengan beliau. Ternyata beliau menyuruhku duduk di sofa panjang dan beliau menyuguhiku minuman. Aku tak tau apa yang akan beliau bicarakan denganku.

“kau tau mengapa ku panggil kemari?”

Aku hanya bisa menggelengkan kepala tanda tidak tahu apa-apa.

“aku ingin kau membawakan suatu lagu dengan Sungri”

“sungri sunbenim?”

“nde, kalian yang membuat lagu itu”

“apakah manager sudah tau?”

“aku akan memberitahunya nanti, atur pertemuanmu dengan sungri. Aku sudah memberitahunya terlebih dahulu dan memberikannya nomor ponselmu. Mungkin kau akan segera dihubungi.”

“ah, nde sajangnim”

“kalau begitu kau boleh lanjutkan kembali aktivitasmu. Semoga sukses”

“gamsahamnida”

Aku melangkahkan kaki keluar dari ruangan itu. ‘sungri oppa?’ aku hanya merasa heran dengan keputusan ini. tapi tak apa lah, siapa tahu duetku dengan sungri oppa bisa berhasil. Dia kan penyanyi yang hebat.

Author pov,

Cafe,

"bagaimana dengan kegiatanmu changi-ya?”

Hari ini Hyera dan Lay ada di cafe langganan mereka yang dekat dengan apartemen Hyera. Sudah 3 minggu mereka tidak bertemu langsung semenjak kepulangan Lay ke korea.

“kuliahku tetap berjalan seperti biasa gege. Dan aku akan segera produksi lagu duo ku bersama Sungri oppa.”

“Sungri hyung. Kau duet dengannya?”

“ya, dan kami yang membuat lagunya dan konsep vidionya sendiri. Aku tidak yakin dengan hal itu. Entah mengapa aku merasa ada sesuatu akan terjadi. Tapi aku tidak tahu apa itu.”

 “Ini duet pertamamu kan. Jangan pikirkan hal yang tidak- tidak dulu. ”

Hyera hanya memandangi cangkir hot cocolatenya yang sudah mulai dingin. Perlahan dia memutar cangkirnya sambil memikirkan debutnya bersama Sungri. Entah mengapa dia mulai merasa khawatir. Tiba-tiba tangan hangat Lay menggenggam tangan Hyera. Hyera menoleh dan melihat Lay tersenyum manis dengan tatapan mata yang hangat.

“aku percaya padamu changi. Kau akan menjalani ini dengan baik. Jangan terlalu khawatir. Aku akan selalu disampingmu apapun yang terjadi. Kau terlihat pucat changi, kau lelah?”

“em, mungkin” Hyera menyenderkan kepalanya di bahu Lay. Hyera selalu merasa nyaman dengan hal itu. Rasanya seperti Lay akan selalu disampingnya dan dia aman di dekat Lay.

“gege, aku bosan disini. Ayo kita pergi ke tempat lain”

“emm, ke tempat seperti apa yang ingin kau kunjungi?”

“taman bermain, aku tidak pernah pergi kesana, oh ya jam berapa sekarang?”

“masih pukul 19.00, ayo kita pergi sekarang”

Sesampainya di taman bermain mereka langsung memilih permainan apa yang akan mereka datangi. “gege, ayo kita naik itu.” Hyera menunju bianglala. Dia menggandeng tangan Lay. Lay haya tersenyum melihat tingkah Hyera dan mengikuti kemana Hyera pergi. Merekaa berdua menaiki salah satu ruang di bianglala. Hyera duduk di depan Lay. Hyena selalu suka melihat ketinggian. Baginya tidak semua bagus dipandang dari ketinggian. Dia hanya menyukai hal- hal tertentu dari ketinggian seperti melihat lampu-lampu dari ketinggian. baginya itu menyenangkan.

“Hyera-ya, sudah berapa kali kau kemari?” Lay menatap Hyera yang sedari tadi melihat keluar jendela.

“kalau kemari aku baru kali ini gege. Aku tidak punya teman kesini sebelumnya. Bagaimana denganmu?”

“aku juga pertama kali. Member exo lainnya sudah punya kegiatan favorit sendiri- sendiri. Jadi tidak ada yang bisa aku ajak kesini.”

“kalu begitu kita seimbang. Hehehe”

“kau senang sekarang?”

“tentu. Bersama gege kapan pun dan dimana pun selalu bisa membuatku merasa senang. Apa lagi kita jarang bisa bertemu. Kita harus bertemu sembunyi- sembunyi dari netizen. Maka itu aku selalu merasa setiap pertemuan kita sangatlah berharga. Gege, setiap kita tidak bertemu aku selalu memikirkanmu. Entah itu di apartemen, sebelum perfom, sebelum syuting, ataupun latihan. Kita belum pernah kebetulan bersama di suatu acara. Mungkin hanya acara Gayodaejun akhir tahun lalu. Aku selau meridukanmu gege.”

Lay hanya bisa tersenyum mendengar semua perkataan Hyera. Kemudian dia berlutut di depan Hyera. Hyera tidak begitu tinggi sehingga saat Lay berlutut tinggi Lay hampir sejajar dengan Hyera. Lay menangkupkan kedua telapak tangannya di wajah Hyera.

“aku juga, tak ada alasan bagiku ntuk berhenti memikirkan, merindukan, dan mencintaimu.”

Lay mendekat dan mencium Hyera dengan lembut. Tanpa sadar Hyera memejamkan matanya saat bibir Lay menyentuh bibirnya. Dia meneteskan air mata saat itu juga. Lay melepas ciumannya dan memandang Hyera.

“kau menangis Hyera?”

“em, tapi ini air mata bahagia. Aku sangat terharu mendengar kalimat singkatmu. Dan ini adalah ciuman pertama kita. ”  Hyera terus menangis de sela- sela bicaranya. Air matanya bertambah deras mengalir saat Lay tersenyum karena kata- katanya.

“kau ini, membuatku kaget saja. Sudah, jangan menangis lagi.” Lay menghapus air mata Hyera dengan ibu jarinya. Lay merasa Hyera terlihat lebih dan lebih kekanakan jika menagis. Apalagi dengan alasan yang tak terduga seerti tadi. Lay duduk di sebelah Hyera dan memeluknya.
“aku akan tetap bersamamu Hyera-ya. Dan akan tetap selalu begini. Tak kan berubah.”

Malam itu adalah malam yang indah bagi Hyera dan Lay. Sehingga saat sampai di tempat tinggal masing- masing, mereka sulit memejaman mata untuk tidur. Rasanya pertemuan hari itu adalah pertemuan yang paling spesial, walaupun mereka selalu merasa seperti itu ketika selesai bertemu.


_____TBC____

Terima kasih sudah membaca FF ku pada chapter sebelumnya. Ku tunggu komen kalian, Chingu...!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Harap tinggalkan komentar. komentar kalian sangat berguna bagi saya termasuk dalam memperbaiki kesalahan di postingan berikutkya :)